bg
Kepedulian Seorang remaja putri  Melalui Kreativitas
Margo seorang remaja Putri yang memiliki hati dermawan. Ia mengenal Panti Asuhan Parapattan (PAP) pada tahun 2006. Saat itu Margo masih duduk di bangku kelas I SLTP. Kunjungan pertamanya di PAP dalam rangka Pelayanan Masyarakat dari sekolah. Margo cukup memberi kesan yang baik bagi setiap teman-teman di panti. Awalnya ia mengajak teman-temannya untuk bermain bersama kemudian mengajarkan pelajaran bahasa Inggris. Kemampuannya berbahasa Inggris telah membantu teman-teman di panti dalam menyelesaikan PR mereka. Beberapa tahun kemudian, Margo kembali datang ke PAP setelah ia duduk di Kelas I SMU. Kali ini Margo datang dengan kegiatan yang berbeda, yaitu Margo akan Menyelenggarakan Peragaan Busana dengan melibatkan anak-anak panti sebagai modelnya. Mau tau selengkapnya siapa margo…Nama Lengkapnya Hilda Margo Jocelyn Suryanaga (huixiang03@msn.com) lahir di Jakarta, pada 24 Juni 1994. Margo sekarang duduk dikelas 1 SMA, Mentari International School (MIS), Jl. Haji Jian no. 2, Cipete, Jak Sel. membaca, main piano, merancang baju, jurnalistik adalah hobinya.Foto Fashion Show dpt dilihat di: menu gallery atau di http://hmjs.tumblr.com Peragaan Busana...Peragaan Busana Amal “Le Sourire” (bhs Perancis, artinya = sebuah senyuman) yang berlangsung tg 6 Maret 2010 di Restoran Grand Central, Jl Bulungan Raya, Jak Sel, telah sukses mengumpulkan dana sebesar Rp. 27,4 juta berkat bantuan luar biasa dari berbagai pihak: orang tua dan keluarga saya; Pimpinan, para guru, staff dan teman MIS; Pimpinan, para model dan pengasuh dari Panti Parapattan; Pemilik dan staff Restoran Grand Central, serta yang terpenting adalah para dermawan yang telah menyumbang. Acara ini diadakan dalam rangka tugas akhir sekolah yaitu Personal Project dan saya memilih peragaan busana karena saya hobby merancang baju dan saya sudah kursus menjahit sejak 1.5 tahun yll. Untuk acara ini saya special merancang 20 baju, dimana 10 buah saya jahit sendiri dan 10 buah lagi dijahit oleh guru jahit saya, Kak Nurlaeni. Selama 6 bulan saya bekerja sama dengan 10 model yang semuanya adalah anak-anak dari Panti Asuhan Parapattan berumur 11-13 tahun. Mereka adalah Bertha, Rossy, Adelia, Madona, Bimby, Rieke, Fitri, Jeren, Bobby dan Yohanes. Saya sangat terkesan dengan dedikasi dan komitmen mereka, mulai dari mengukur pakaian, fitting 2x, belajar jalan di cat walk, bergaya di depan publik, gladi resik sampai acara Peragaan Busananya mereka selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, bersikap ceria, sabar menunggu giliran, tidak pernah mengeluh dan professional. Sungguh saya sangat bangga pada mereka. Kerja keras mereka telah mendorong kesuksesan acara, mereka telah membuat seluruh penonton kagum dan bertepuk tangan meriah. Alhasil Personal Project sayapun menjadi sukses dan mendapat pujian dari Project Supervisor saya Mr. Matthew Roberge dan Mr. Yusaf Khalil. Disamping itu hubungan saya dengan anak-anak Panti Parapattan pun menjadi semakin dekat. Semoga dilain kesempatan saya dapat bekerja sama lagi dengan anak-anak Panti ini.Berbagi Setelah Event…Setiap kali margo berkunjung ke panti selalu di temani oleh ibunda tercinta. Setelah event Peragaan Busana, Margo dan keluarganya kembali mengupayakan pengadaan peralatan music di PAP. Alat music ini antara lain : Drum, Bass guitar, Ampli, Keyboard dan stand. Ibu Catherine ( Ibunda Margo) bersama Margo menyerahkannya ke PAP pada tanggal 20 Maret 2010.Keluarga besar PAP mengucapkan terima kasih kepada Margo dan keluraga, yang telah banyak berbuat untuk anak-anak di Panti Asuhan Parapattan. Semoga apa yang telah diberikan dengan penuh kerelaan dibalaskan oleh Tuhan Yesus Kristus. Walaupun usia masih muda, tetapi berbuat baik kepada sesama adalah suatu keharusan. Mungkin banyak remaja yang belum bisa berbuat apa-apa saat ini, melaui seorang Margo memberikan inspirasi bagi setiap remaja, bahwa kepedulian social adalah tugas dan tanggung jawab kita semua. Apa yang bisa kamu lakukan sekarang perbuatlah… tunjukanlah kebolehanmu untuk menolong sesama. Kasih anda dapat mengubah keterbatasan mereka, menjadi masa depan yang tidak terbatas……Jadilah MITRA PARAPATTAN. Yayasan ParapattanBCA CAB MILENIA No.Rek : 005-3005656Panti Asuhan ParapattanJl. Panti Asuhan No. 23, OTISTA III . Jakarta Timur, Indonesia.Tlp : 021 819 2165 Fax: 021 857 8901www.parapattan.orgFacebook : Panti Asuhan Parapattan 1832
SMA Kristen 3 Penabur live in di Panti Asuhan ParapattanDalam rangka melaksanakan salah satu kegiatan Home Stay SMAk 3 PENABUR Jakarta tahun pembelajaran 2009 – 2010, kali ini bentuk kegiatannya adalah berkunjung dan menginap di panti asuhan selama dua hari satu malam. Mereka ingin menghayati dan berempati dengan teman-teman yang tinggal di panti, dan merasakan kehidupan anak-anak pantiserta bersyukur atas apa yang mereka miliki. Demikian cerita mereka sebelum meinggalkan panti........ “Pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2010, kami 10 anak SMAK 3 ( Monica, Lavinia, Feligianti, Shinta, Rachel, Yohana, Kadek, Wijaya, Denis, dan Adree) menginap di Panti Asuhan Parapattan. Pertama-tama kami sangat merasa excieted sekaligus nervous juga. Kami semua tidak ada yang tahu, kami akan diapakan nanti, bersama siapa dan bagaimana hidupnya. Kami sampai di Panti asuhan Parapattan jam setengan 4 sore, dan itu baru 8 dari kita yang sudah tiba. Dua orang dari kita sedang menuju ke panti. Sampai hampir tepat jam empat, dua dari teman kami tiba di parapattan. Kami disambut oleh seorang staff bernama Pak Wate. Kami dibriefing dan kami pun masing-masing diberikan tugas yang berbeda-beda, mulai dari memasak, menyapu, mengepel, menyikat lantai dan mencuci piring. Sebelum melakukan tugas kami mengikuti snack sore terlebih dahulu, lumayan makan sepotong kue dan minum segelas susu...Wahhh.... baru pulang sekolah dah dapat job neh.... gak biasanya..... Awalnya kami merasa lelah untuk melakukan tugas tersebut, soalnya baru pulang dari sekolah... tapi melihat semangat teman-teman baru kami di panti, kami pun bersemangat mengerjakannya. Sehabis mandi sore, kami makan malam... suasana yang tadinya masih kaku mulai mencair.. kami ngobrol dan saling berkenalan pada setiap meja makan yang dibagi 8 kelompok....Habis makan malam ada acara buat PR... hitung-hitung belajar jadi guru deh.. kami berusaha mengajari mereka sebisa kami ( terutama anak TK dan SD ). Tapi.. walaupun demikian mereka terus mengajak kami ngobrol padahal gak boleh berisik saat belajar, maklum mereka ingin berusaha juga dekat dengan kami... tetapi kami berusaha mengajak mereka untuk fokus mengerjakan PR nya.Setelah selesai mengerjakannya, kami semua ke paviliun masing-masing dan mengadakan doa malam (ibadah) di masing-masing paviliun kami. Ada yang memimpin renungan serta ada yang berdoa syafaat. Setelah ibadah, teman-teman anak panti langsung ke kamar mereka masing-masing dengan tertib, sedangkan kami yang dari SMAK 3 Penabur mengadakan briefing sebelum tidur untuk merencanakan kegiatan besok. Setelah selesai briefing kami pun menuju kamar kami masing-masing yang sudah diatur oleh kakak pengasuh panti. Kami tidur sekamar dengan teman-teman panti.Paginya, kami bangun jam 5, jam 5.30 mengadakan ibadah pagi bersama di aula makan. Kemudian sarapan, kerja praktis ( memasak, menyapu, mengepel, menyikat lantai dan mencuci piring), snack, lalu acara dari kami yaitu berupa permainan. Walaupun sedikit ricuh, tetapi bisa berjalan dengan baik. Sekitar jam 10.30 kami masuk pada acara pamitan. Rasanya 1 malam bersama mereka begitu berkesan. Kami disambut dengan baik dan berkenalan satu dengan yang lain. Sekitar pukul 11 lewat kami pun meninggalkan panti dan bersalaman dengan teman-teman.. dan pulang...
PERAYAAN PASKAH 2010 DI PANTI ASUHAN PARAPATTANTema : Aku Anak yang Membawa Sukacita Tahun ini menjadi awal yang berbeda dalam acara paskah di Panti Asuhan Parapattan. Mengapa? Karena, tahun ini pertama kalinya kami merayakan paskah dengan tema dan susunan acara yang sangat amat berbeda. Biasanya, kami merayakan paskah dengan acara ibadah, sedikit games, dan berakhir di acara makan-makan. Tetapi acara tahun ini benar-benar berkesan bagi kami karena acaranya didukung oleh kakak dari Family Discovery. Melalui acara ini kami jadi lebih termotivasi untuk jadi anak-anak yang membawa sukacita, seperti tema acaranya yaitu “AKU ANAK YANG MEMBAWA SUKACITA”.Mengawali acara ini dilaksanakan kebaktian pembuka terlebih dahulu, agar apa yang direncanakan pada hari ini dapat berjalan dengan baik dan semuanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Dalam acara ibadah, kelompok Angklung anak besar membawakan lagu “Salib-Nya” dan kelompok Angklung anak kecil membawakan lagu “Give Thanks” dengan begitu indah. Tidak lupa kami juga memdengarkan Firman Tuhan yang membuat kami lebih percaya diri lagi untuk jadi anak yang membawa sukacita.Setelah ibadah, kami turun ke lapangan untuk bermain games, tapi bukan sembarang games karena dalam setiap games mengandung makna dan pembelajaran. Belum lagi kakak-kakak dari Family Discovery yang friendly, seru, lucu, baik, dan masih banyak lagi. Kami juga mendapat pengarahan, yang menjelaskan tentang apa yang akan kami lakukan, tata tertib dan aturan bermain. Kalau di rangkum jadi satu, intinya adalah saling menghargai satu sama lain dan saling mendengarkan.Permainan yang pertama adalah Patung Pancoran, dalam permainan ini kami harus mendengarkan instruksi dari kakak pemandu. Dalam permainan ini kami akan bergabung menjadi satu benda atau kegiatan seperti naik ojek (2 orang), lampu lalu lintas (3 orang), bunga matahari (4 orang), mendayung (5 orang), dan seretusnya yang pada akhirnya hanya ada dua orang pemenang. Pelajaran yang kami dapatkan adalah mendengarkan orang yang sedang berbicara dengan kami dan berkonsentrasi.Dipermainan kedua ini, kami telah ditetapkan dalam satu kelompok dan itu menjadi kelompok kami selama permainan berlangsung. Ada 5 kelompok yang telah ditetapkan, yaitu kelompok Ayam, Kambing, Kucing, Bebek dan Sapi yang akhirnya mengganti nama kelompoknya dengan nama Asli. Acara untuk menemukan kelompok kami tidaklah mudah, karena mata kami ditutup dan kami di pisahkan satu sama lain. Cara untuk dapat berkumpul dengan teman satu kelompok adalah mendengarkan bunyi hewan sesuai dengan apa yang sudah diberi tahu kepada setiap anak, kami pun melakukannya dengan baik sehingga terbentuk lima kelompok. Permainan ketiga ini membutuhkan banyak tenaga dan konsentrasi. Dimana kami harus dapat melemparkan bola dengan berkata kepada orang yang kami beri bola, contohnya “Apen, ini bola”, dan Apen yang menarima bola harus berkata “trimakasih kak Agus”. Dan kami harus dapat menerima dan melempar bola sebanyak tiga buah secara berurutan. Tidak hanya itu, tapi kami juga diberikan waktu yang sangat singkat yaitu 15 detik untuk menyelesaikan tugas kami. Pelajaran yang kami dapatkan adalah saling menghargai walaupun kita sedang dalam keadaan sibuk dan mengejar target yang telah ditentukan. Selain itu masih banyak permainan yang sangat bermanfaat bagi kami. Permainan yang terakhir adalah permainan kekeluargaan yang harus kami selesaikan bersama dengan satu orang pemimpin yang kami harus taati (bukan ditakuti). Akan membawa kami untuk sampai di tujuan terakhir kami. Dalam permainan ini kami akan mendapatkan dua atau lebih cacat dalam tubuh kami (lumpuh kaki, lumpuh tangan, buta, bisu, dan cacat permanen seperti luka bakar). Setiap kami harus dapat menyeberangi laut (yang sebenarnya lapangan bola). Tapi, dalam tubuh kami ada dua atau lebih cacat dan satu-satunya cara adalah saling melengkapi kekurangan yang kami miliki, sedangkan yang tidak lumpuh kaki menggendong yang mengalami cacat kaki. Walaupun kelihatan sangat sulit namun kami dapat menyelesaikan dengan sangat baik. Melalui permainan ini kami harus dapat menyadari bahwa semua manusia tidak sempurna, ada kecacatan dalam diri setiap manusia. Cara terbaik untuk dapat menyelesaikan target kami bersama adalah saling melengkapi dalam kekurangan bahkan mau menolong dalam keadaan dimana kami juga tidak sempurna. Walaupun itu sulit namun kami dapat melakukannya dengan cara kerjasama.Dan setelah acara ini berakhir, kami akan terus mencoba dan tidak hanya mencoba tapi juga berusaha untuk jadi anak yang selalu membawa sukacita. Kami berharap untuk kedepannya akan ada acara seperti ini, mungkin waktu Natal atau 17-an Agustus. Selain kegiatannya yang menarik, permainan yang dibawakan juga sangat positif dan bermanfaat. Dengan adanya acara ini, kami jadi lebih menyadari bahwa kami dapat menjadi anak yang selalu membawa sukacita dimanapun kita berada. Oleh : Evi Maria (Anak Asuh Siswa Kelas II SMPK III BPK Penabur - Diponegoro)
Kegiatan bermain membangun kepribadian anak
Bermain bukan belajar atau bekerja tetapi bermain dipilih sendiri, dilakukan atas kehendak sendiri dan tidak ada yang menyuruh ataupun memaksa supaya mendapatkan kepuasan karena melakukannya (tanpa target), bukan untuk misalnya mendapatkan uang atau barang tetapi untuk mendapat kesenangan dan kenikmatan.
Manfaat bermain : Papalia (1995), seorang ahli perkembangan manusia mengatakan bahwa anak berkembang dengan cara bermain. Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Dengan bermain anak-anak menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi indra-indra tubuhnya, mengeksplorasi dunia sekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali dan menemukan seperti apa diri mereka sendiri. Dengan bermain anak-anak, menemukan dan mempelajari hal-hal/keahlian baru (dan belajar {learn} kapan harus menggunakan kemampuan tersebut) serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya (need). Lewat permainan, fisik anak akan terlatih, kemampuan kognitif dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain akan berkembang.

Kecerdasan yang dibangun dalam diri anak bukan hanya segi akademisnya saja melainkan membangun kecerdasan mental, social dan spiritual. Melaui permaianan selain membangun keceriaan juga anak bisa belajar dan berimajinasi. Saatnya bercengkrama juga adalah saat terindah, dimana setiap anak dapat mengekspresikan keceriaan dan kegembiraannya. Alangkah bahagianya jika setiap anak menikmati kebahagiaan tersebut mulai dari masa kecilnya.

Pada umumnya faktor yang menyebabkan anak dipanti asuhan tidak dapat bermain adalah karena banyaknya ativitas sekolah ataupun kegiatan ekstrakurikuler di dalam panti. Namunpun demikian, sebanyak-banyaknya kegiatan haruslah menyisihkan waktu bermain bagi anak-anak.

Kegiatan bermain dipanti asuhan parapattan sudah dilaksankan karena telah mengetahui manfaat dan kegunaannya bagi anak asuh. Setiap sore hari atau pada hari libur diberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain. Sarana dan prasarananya pun telah disiapkan.
framelogo
Jl. Panti Asuhan no 23 Otista III Jakarta 13340Telp: 021-819 2165, 021-49665422, 0813-8211-1832Fax 021-8578901; PIN BB 7D1F9B62Email: yayasan@parapattan.org; Website: www.parapattan.org
Renovation Dining Room ANZA-Parapattan, August 2013
Dinner@Singapore Embassy 10-08-2014 02-100814
logo
slide1